Merindukan Kebersamaan Dikehidupan Sosial, Haji Agus Wakafkan Tanahnya Untuk MCK Komunal

Bandung Side, Majalaya – Haji Agus warga Kampung Cisapi Rt 02 RW IX Desa Biru, Majalaya merindukan kebersamaan pada kehidupan sosial warga yang sudah luntur dengan merelakan sebidang tanahnya untuk diwakafkan sebagai MCK Komunal agar tercipta kembali suasana Al Biru dikampungnya, Rabu (23/10/2019).

Haji Agus Bustan Tamrin nama lengkap yang akrab dipanggil Haji Agus, sosok berwibawa diusia yang tidak bisa dibilang muda yakni 51 tahun namun masih memiliki semangat tinggi untuk peduli akan lingkungan. Perjalanan waktu dan perkembangan wilayah Kampung Cisapi yang terus menunjukkan kemajuan pembangunan mengiringi kematangan dalam menyikapi kehidupan sosial diwilayahnya.

Haji Agus Bustan Tamrin bersama Danki Sektor 4 Lettu Arh. Asep Hendi sedang meninjau lokasi lahan yang diwakafkan untuk MCK dan Septictank Komunal, Rabu (23/10/2019).

“Saya merindukan suasana Kampung Cisapi akan kebersamaannya, dulu menurut orang tua kenapa disebut Desa Biru karena kehidupan agamis warga desanya begitu kental. Biru diambil dari bahasa Arab yakni Al-Biru yang artinya agamis itu. Sedangkan bila dari ejaan Al-Birru yang artinya berbuat baik. Jadi bisa disimpulkan kalau dulu orang tua dulu menamakan wilayah ini dengan sebutan Desa Biru karena warganya selalu melakukan perbuatan yang baik yang merupakan cerminan dari kehidupan agamis,”cerita Haji Agus membuka pembicaraan dengan Bandung Side.

Banyak yang bisa diceritakan saat itu, lanjut Haji Agus, semisal ada yang mau membangun rumah sebelumnya dibeli dulu pasir satu truk yang diletakkan dipinggir jalan yang tidak jauh dari rumahnya. Tidak berselang lama setelah truk pasir pergi, beberapa warga sekitar tanpa dikomandoi mau membantu mengangkut pasir tersebut kedalam area lokasi rumah yang akan dibangun. Hal tersebut dengan pertimbangan bila terlalu lama dipinggir jalan akan mengganggu pengguna jalan, yang dapat menyebabkan kejadian yang tidak diinginkan. Kepentingan untuk kebersamaan begitu biasa terjadi di Kampung Cisapi ini.

“Apalagi saat ini terasa sekali kemaraunya, dimana-mana tampak kekeringan baik sungai maupun lahan pertanian. Bahkan sumur-sumur warga juga mengalami kekeringan, sehingga untuk kebutuhan mandi dan minum sudah hampir merepotkan warga. Namun bersyukur, masih ada juga warga yang membantu tetangganya untuk menyisihkan persediaan airnya walaupun sekedar cuci muka anak tetangga yang mau berangkat sekolah,”kata Haji Agus.

Terasa juga agak merepotkan bila tidak adanya air untuk membersikan hajat kakus, lanjut Haji Agus, karena hal tersebut juga merupakan kebutuhan yang sangat mendesak secara pribadi maupun dalam 1 rumah. Maka dari itu, setelah berembug dengan keluarga baik dengan anak maupun istri alhamdulillah disetujui untuk mewakafkan sebagian lahan atau tanah yang saya miliki untuk dibuatkan MCK Komunal bagi warga RT 2, RT 3 dan RT 4 yang total kurang lebih ada 221 Kepala Keluarga.

“Seperti gayung bersambut, keinginan untuk kebersamaan warga Kampung Cisapi dapat kembali lagi dalam perjalanan waktu bertemu dengan Serka Aat Solehudin dari Satgas Sektor 4 Citarum Harum yang sedang mencari lahan untuk dibuat MCK Komunal. Sehingga ada obrolan singkat yang langsung saya setujui dengan berembug terlebih dahulu bersama keluarga,”papar Haji Agus.

Menurut Serka Aat, atas perintah Komandan Sektor 4 Bapak Kolonel Kustomo untuk mencarikan lahan yang bisa direkomendasikan kepada Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Air, Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk diajukan pembuatan MCK dan Septictank Komunal minimal bisa dibuat 10 bilik untuk lahan seluas 100m2. Sehingga saat melihat kondisi lahan bersama Komandan Kompi (Danki) Lettu Arh. Asep Hendi telah mendokumentasi foto lokasi lahan yang saya wakafkan, serta beberapa prosedur administrasi pengajuan harus dibuat.

Komandan Sektor 4 Citarum Harum, Kolonel Inf. Kustomo Tiyoso juga menyambut baik atas lahan wakaf dari Haji Agus Bustan Tamrin seluas 100m2 tersebut untuk dipergunakan oleh masyarakat Desa Biru, khususnya Kampung Cisapi. “Kehidupan sosial masyarakat harus dikembalikan, apapun upayanya bila untuk kepentingan orang banyak saya yakin masih ada yang peduli. Seperti Haji Agus dari Kampung Cisapi, Desa Biru tersebut telah merelakan sebagian lahannya untuk kepentingan masyarakat sekitar untuk dibangunnya MCK dan Septictank Komunal,”kata Kolonel Kustomo.

“Satgas Sektor 4 hanya menfasilitasi surat pengajuan permohonan MCK dan Septictank Komunal tersebut ke Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Air, KLHK. Karena pendanaan dan segala sesuatunya dari Dirjen tersebut sebagai upaya menjalankan amanat Perpres No 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Daerah Aliran Sungai Citarum,”ungkap Kolonel Kustomo.

Seiring dengan hal tersebut, lanjut Kolonel Kustomo, juga merupakan upaya sosialisasi Satgas Sektor 4 kepada masyarakat Majalaya agar limbah domestik yang berasal dari rumah tangga juga harus dikelola melalui septictank. Sudah tidak ada lagi saluran atau pipa panjang menuju Sungai Citarum yang isinya kotoran manusia yang mengisi Sungai Citarum, warga harus sadar akan lingkungan yang rusak dan menjadi sumber penyakit bila limbah domestik tersebut tidak ada septictanknya.***

Facebook Comments

Leave a Reply