Bolu Susu Lembang Hadirkan Rasa Colenak Saat Ramadan Tiba

Bandung Side, LLRE Martadinata – Kehadiran saat ramadan varian baru dari Bolu Susu Lembang rasa Colenak menambah perbendaharaan kuliner di Kota Bandung yang sudah ditunggu-tunggu penikmatnya baik sebagai kudapan maupun sebagai oleh-oleh bagi yang usai pelesir di Kota Bandung, Kamis (9/5/2019) di jl. LLRE. Martadinata No. 57, Bandung.

Kenapa harus rasa Colenak ? Menurut Yudi Permadi, General Manager PT Agrenesia Raya yang menaungin Bolu Susu Lembang bahwa produk kuliner yang diciptakan ini untuk lebih mengenal Bandung, khususnya Lembang yang dikenal dengan peternakan sapi yang menghasilkan susu. Sejak diluncurkan 17 desember 2017, masyarakat begitu antusias menerima kehadiran Bolu Susu Lembang yang telah hadir dengan 3 varian pendahulunya, yakni rasa Original, Susu Coklat dan Susu Vanila.

“Kehadiran Bolu Susu Lembang rasa Colenak juga dalam rangka mempertahankan kehadiran Colenak sebagai makanan khas Bandung yang terbuat dari Tape atau Peyeum dalam Bahasa Sunda yang berasal dari singkong. Sajian Colenak sebagai kudapan dengan proses tape singkong tersebut dibakar yang kemudian disantap dengan cara dicocolkan pada gula merah cair yang dicampur dengan serutan kelapa,”papar Yudi.

Dinamakan Colenak, lanjut Yudi, karena cara makannya dengan dicocolkan (disentuhkan sedikit demi sedikit) pada adonan gula merah dan campuran serutan kelapa sehingga dirasakan enak, maka disebutlah Colenak.

“Dari inspirasi mempertahankan makanan khas Bandung itu lah Bolu Susu Lembang menyajikan dalam bentuk yang berbeda. Dari bahan yang sama, yakni tape singkong yang berasal dari Bandung juga serta bahan lainnya gula merah dan kelapa kami melakukan uji coba dulu sebelum dikomersilkan. Setelah mendapatkan taste dan karakter tape dalam bolu susu baru lah dipasarkan sekarang ini,”ulas Yudi kembali kepada Bandung Side.

Komitmen awal hadirnya Bolu Susu Lembang bekerjasama dengan pelaku UKM baik dari Kota Bandung, Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat (KBB) untuk memajukan usaha pelaku UKM dan mempertahankan kearifan lokal. Kerjasama dengan pelaku UKM tersebut bukan hanya sekedar bisnis atau memasarkan produk UKM nya saja tapi juga sebagai pemasok bahan baku pada Bolu Susu Lembang yang semuanya berasal dari Bandung.

Dalam perkembangannya, Bolu Susu Lembang bukan hanya sebagai kudapan disore hari oleh masyarakat Bandung, tetapi juga sebagai buah tangan atau oleh-oleh bagi yang berpergian. Kota Bandung yang juga disebut sebagai kota wisata menjadi rekomendasi baik buat wisatawan untuk membawa Bolu Susu Lembang sebagai oleh-oleh usai berdarma wisata. Tidak jarang juga bagi warga Bandung yang hendak bepergian keluar kota selalu membawa Bolu Susu Lembang baik sebagai teman nyemil dalam perjalan dapat juga dibawa sebagai oleh-oleh karena kemasan Bolu Susu Lembang sangatlah simpel dan praktis dalam dus atau kotak dengan berat 550gr seharga Rp 33.000,-/kotak.

“Bolu Susu Lembang rasa Colenak ini sangat beda dan unik rasanya,”kata Mima (25th) salah satu pengunjung Store Bolu Susu Lembang yang merupakan toko baru yang dibuka oleh PT Agrenesia Raya sebagai toko yang ada di pusat Kota Bandung.

“Rasa bolu susu nya tidak hilang, tetap sama seperti biasanya karena aroma susu masih dominan ada, tapi tekstur yang berbeda dirasakan pada bolu oleh lidah yakni tape bakar, gula merah bersama rasa kelapa bergiliran muncul saat dikunyah,”ujar Mima sambil mengernyitkan dahi dalam mempresentasikan sensasi makan Bolu Susu Lembang rasa Colenak.

Apa yang disampaikan Mima kepada Bandung Side di-amin-in oleh Yudi, bahwa Bolu Susu Lembang rasa Colenak mempunyai ciri khas aroma strong saat dibuka kotak kemasannya, bila dimakan akan menimbulkan rasa tapenya memiliki tekstur pada bolunya dibarengi dengan munculnya rasa manis dari gula merah yang terbakar serta gurihnya serutan kelapa turut melengkapinya.

“Colenak kekinian yang berbentuk kuliner bolu susu ini semoga dapat menginspirasi bagi warga Bandung agar dapat melestarikan makanan lokalnya. Dengan digemarinya colenak maka akan memberi harapan bagi pelaku UKM dalam hal menanam kembali pohon singkong, membuat kembali gula merah dan merawat kembali pohon kelapanya,”ujar Yudi.

Menurut Yudi, menjadi tantangan untuk melestarikan makanan lokal yakni terkait persoalan bahan baku tape singkong, selain sudah susah didapatkan dari segi ketahanan produknya pun terbilang cepat sehingga harus segera dilakukan tahap produksi saat datangnya bahan baku singkong tersebut.

“Singkong untuk membuat tape atau peuyeum asli sudah mulai susah dicari, sehingga bila datang tidak akan membutuhkan waktu lama untuk segera berproduksi. Kalau produk Bolu Susu sich bisa tahan selama 3 hari dalam suhu ruang, sedangkan dalam kulkas mampu sampai 7 hari karena Bolu Susu Lembang tidak menggunakan pengawet,”kata Yudi.

Memasuki bulan ramadan dengan dikenalkan varian baru rasa Colenak, serta dibukanya toko di jl. LLRE. Martadinata No 57 (jl. Riau), Yudi berharap bahwa Bolu Susu Lembang menjadi alternatif menu buka puasa atau dibuat takjil bagi yang melaksanakan ibadah puasa. “Momen penjualan terbaik untuk Bolu Susu Lembang saat Lebaran, Natal dan Tahun Baru dan tidak kuatir denga persaingan bisnis makan serupa. Bolu Susu Lembang konsisten menjaga kualitasnya mulai dari rasa, aroma dan tekstur yang dihasilkan saat produksi memiliki ciri khas yang tidak dapat dimiliki oleh produk yang sama. Bahkan karena uniknya produk kami, usaha kami menjadi peluang bagi UMKM untuk kerjasama,”pungkas Yudi.***

Facebook Comments

Leave a Reply