Kompos Cair Karya Mahasiswa Unsil Tasikmalaya Untuk Mengembalikan Ekosistem Bantaran Sungai Citarum

Bandung Side, Mekar Rahayu – Menjelang akhir pelaksanaan KKN Tematik di Bantaran Citarum, 5 mahasiswa Universitas Siliwangi (Unsil) Tasikmalaya bersama Satgas Citarum Harum mensosialisasikan cara membuat kompos cair kepada Ecovillage Mekar Rancage, Desa Mekar Rahayu, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, Kamis (23/8).

Pembuatan kompos cair yang berasal dari bahan sampah rumah tangga atau berasal dari bahan-bahan olahan dapur yang dianggap tidak berguna dan langsung di buang. Dari sosialisasi tersebut dapat diketahui bahwa sampah rumah tangga dapat dimanfaatkan sebagai kompos cair yang dapat menyuburkan tanaman bahkan sebagai pupuk anti anti hama bagi tanaman. Hal tersebut berkenaan dengan Program Citarum Harum yang bertujuan untuk mengembalikan ekosistem Sungai Citarum.

Disaksikan oleh Komandan Sektor (Dansektor) 8 Kol Czi Aby Ismawan dan Kades Mekar Rahayu H Hery Heriadi, mahasiswa KKN Tematik Unsil dan Satgas Citarum mengumpulkan sisa-sisa sampah rumah tangga serta langsung membuat kompos cair dibantaran Sungai Citarum.

Dalam presentasinya, Dindin salah satu Mahasiswa KKN Unsil mengatakan, bahwa proses pembuatan kompos lamanya 3 Minggu. “Dalam proses pembuatan kompos cair, harus dibuat dulu biang nya dengan menggunakan Mikroba Pupuk Hayati, produk ini hasil dari Fakultas Pertanian Unsil, takaran nya 20 ml/1 liter air, tergantung dari tingkat kekeringan bahan yang akan dibuat kompos,”papar Didin.

“Bahan yang digunakan untuk membuat kompos cair diantaranya, sampah organik rumah tangga, cairan ME, gula putih/merah/molase, air bekas cucian beras (air tajin), air kelapa yang sudah tua dan air bersih (bukan air ledeng). Bahan tersebut sudah sangat akrab dengan ibu-ibu didapur, jadi tidak akan mengalami kesulitan mencari bahannya,”terang Dindin

“Mahasiswa KKN Tematik bisa mentransfer ilmu Pertanian nya yang diperoleh saat dikampus kepada Ecovillage Mekar Rancage. Pembuatan pupuk organik cair ini menggunakan sampah rumah tangga, jadi sangat mudah untuk dikumpulkan, cuma proses nya harus benar,” Ujar Dansektor 8, Kolonel Aby.

“Nanti kalau Ecovillage di Mekar Rahayu berhasil membuatnya, kita akan transferkan lagi ilmunya kepada Ecovillage lain, kalau semua bisa manfaat pupuk organik cair ini bisa digunakan buat memupuk tanaman yang sudah ditanam di Bantaran Sungai Citarum,”pungkas Kolonel Aby.***

loading...
Facebook Comments

Tinggalkan Balasan