Giring Ganesha : Peran Keluarga Pondasi Utama Perlindungan Anak

Bandung Side, Jan 2018 – Giring Ganesha, artis dan musisi yang menggawangi grup musik Nidji saat ini sepenuhnya akan konsentrasi didunia politik melalui Partai Solidaritas Indonesia (PSI) agar dapat lebih dekat dan mendengarkan aspirasi dari masyarakat.

“Udah sejak akhir tahun lalu istirahat dari dunia musik untuk terjun sepenuhnya di politik, karena saya gak bisa separuh kaki melangkah, sudah saatnya total di dunia politik,” ujar Giring ketika ditemui saat berlibur bersama keluarga di Dusun Bambu, jl Kol. Masturi KM 11, Kertawangi, Cisarua, Lembang, Senin (8/1/2018).

Giring Ganesha ditemui awak media di Dusun Bambu, Bandung, Senin (8/1/2018}

Dirinya mengaku saat ini lebih sering berada di Bandung dikarenakan akan dicalonkan sebagai anggota legislatif Dapil 1 Bandung-Cimahi. Giring mengatakan bahwa, Kota Bandung memiliki hubungan yang spesial karena pernah menggembleng dirinya saat bersama grup Band Nidji yang telah membesarkan namanya dan sebagai Barometer Kota Kreatif di Indonesia. “Warga Kota Bandung itu memiliki energi kreatifitas yang luar biasa, sebagai mercusuar dunia kreatif dan entertainment,” ungkap Giring berbinar.

Ingin lebih dekat dengan konsituennya Dapil 1 Bandung-Cimahi, Giring bersama keluarga direncanakan akan pindah ke Kota Bandung dalam waktu dekat ini, “Insya allah saya dan keluarga pindah rumah ke Bandung, tentunya agar bisa lebih dekat dengan konsituen, lebih bisa memahami apa yang menjadi aspirasi masyarakat Kota Bandung dan Cimahi,” terang Giring suami dari Cynthia ini bersemangat.

Giring Ganesha bersama Keluarga berlibur di Bandung

“Saya sudah beberapa kali ke Bandung turun langsung menemui warga untuk mendengar aspirasi dan keluhan warga,” sambung Bapak dari Zidane Ganesha, Aisyah dan Jasmina ini.

Giring memaparkan, dirinya memandang Kota Bandung masih belum optimal dalam menanggulangi kemacetan dan dibutuhkan transportasi umum yang layak, aman dan nyaman untuk memberikan kesadaran warganya dalam memanfaatkan angkutan umum tersebut. Selain itu, yang tak kalah penting adalah menciptakan kesejahteraan kepada setiap warga melalui program yang tidak malah memberatkan masyarakat. “Dalam pemenuhan modal untuk usaha, masyarakat masih saja kesulitan dalam mengakses, hal tersebut dikarenakan birokrasi yang menjadi beban, tidak praktis dan cenderung berbelit. Disamping itu, masih banyak juga masyarakat yang belum melek teknologi terkini,”ungkat Giring serius membidik berada di Komisi 10 DPR RI ini.

Giring Ganesha saat bermain bersama anaknya Zidane Ganesha dan sikecil Jasmina di Dusun Bambu, Bandung, Senin (8/1/2018)

Melalui Komisi 10 DPR RI, Giring dapat mengekplor apa yang menjadi keresahannya saat ini, meliputi dunia Pendidikan, Olahraga dan Sejarah menjembatani aspirasi dari masyarakat agar dapat membantu kesulitannya. Dan tidak perlu kuatir, tambah Giring, karena Komisi 10 dapat bersinergi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Pariwisata, Kementerian Pemuda dan Olahraga, Perpustakaan Nasional, Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Bidang Pendidikan Tinggi),dan Badan Ekonomi Kreatif.

Satu hal yang menjadi perhatian seorang Duta Sahabat Anak Indonesia, Giring merasa prihatin dengan berbagai kejahatan terhadap anak, baik kekerasan fisik dan kekerasan seksual. Menyoroti kekerasan seksual terhadap anak, lewat konten media sosial (medsos) dirinya konsisten untuk mengkampanyekan perlindungan terhadap anak, diperlukan peran keluarga sebagai pondasi yang kuat. Kata Giring, kekerasan seksual saat ini sudah sangat meresahkan dan memprihatinkan, karena jaringannya sudah level internasional.

Giring Ganesha bersama sikecil Jasmina

“Ini sudah menjadi tanggung jawab kita bersama, kejahatan terhadap anak bukan hanya sekedar kekerasan, penyimpangan seksual bahkan jual beli anak pun sudah terjadi, diperlukan penguatan perlindungan terhadap anak dimulai dari keluarga, sekolah setelah itu baru kepolisian (*penegak hukum),” pungkas Giring.***

Facebook Comments

Leave a Reply