Perhumas Indonesia Gelar Konvensi Nasional 2016 di Bandung

Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia (Perhumas) yang berdiri sejak 1972 akan menggelar Konvensi Nasional Humas (KNH) 2016 di Kota Bandung pada 29-30 September 2016, dengan Keynote Speaker Presiden RI Joko Widodo.

Hajat besar Perhumas ini terungkap dalam acara Kick Off Meeting Konvensi Nasional Humas (KNH) 2016, Jumat(27/5), di Paseban Deco Hotel Grand Royal Panghegar jalan Merdeka No. 1 Bandung.

“Keputusan Bandung sebagai tempat KNH 2016 telah diputuskan sejak 10 Februari 2016,” kata Ketua Perhumas BPC Bandung Nurlaela Arief mengawali paparannya, “Perhumas BPC Bandung telah mempersiapkan diri untuk mensukseskan event KNH 2016,” tegas Nurlaela.

Lebih lanjut Nurlaela mengatakan, KNH 2016 rencananya akan dihelat di sejumlah tempat bersejarah dan prestisius di Kota Bandung, KNH 2016 akan digelar pada 29-30/9/2016 dengan kegiatan Pembukaan di Gedung Merdeka (museum Asia Afrika) dan Konvensi di Hotel Grand Royal Panghegar.

“KNH 2016 ditargetkan dihadiri 400 orang partisipan yang terdiri dari akademisi, praktisi kehumasan, praktisi komunikasi, baik swasta, pemerintah, dan BUMN, menghadirkan narasumber internasional dan Negara ASEAN, hal ini dikarenakan Perhumas tercatat sebagai anggota Global Alliance,” kata Nurlaela.

Ketua Umum Perhumas Agung Laksamana mengatakan, tema KNH 2016 adalah The Power of PR, Membangun Reputasi Indonesia 2030, “Tema ini lahir dari pemikiran prediksi firma PWC yang mengatakan dalam kurun waktu 14 tahun lagi Indonesia akan menjadi salah satu dari lima negara di dunia dengan ekonomi terbesar,” kata Agung.

2

“Prediksi para ekonom menyatakan Indonesia dalam waktu dekat akan sejajar dengan Jepang, China, India, Australia, dan Korea Selatan, bahkan dalam sebuah riset dituliskan ekonomi Indonesia akan lebih besar dari Rusia, Spanyol, dan Belanda pada tahun 2023,” papar Agung.

Agung menambahkan, KNH 2016 akan mendiskusikan pentingnya reformasi kelembagaan seperti efisiensi birokrasi, peningkatan mutu layanan publik, efektivitas regulasi, akuntabilitas dan transparansi, serta penegakan hukum, sehingga diperlukan usaha komunikasi terintegrasi dalam mengelola reputasi Indonesia.

“Konvensi diharapkan menghasilkan pemikiran dalam mentransformasikan peran Public Relations ke dalam tataran strategis dan operasional, termasuk menetapkan Kode Etik Kehumasan Indonesia, meluncurkan Hari Humas Indonesia, serta melahirkan gagasan dalam menciptakan Country Branding Indonesia,” pungkas Agung.***

loading...
Facebook Comments

Tinggalkan Balasan