Hujan Datang, Sampahpun Parkir Di Oxbow Cicukang

Bandung Side, Mekar Rahayu – Salah satu permasalahan yang membebani Sungai Citarum adalah sampah rumah tangga yang dibuang langsung oleh masyarakat ke Anak Sungai Citarum bahkan bisa langsung ke Sungai Citarum tanpa dikelola terlebih dahulu dengan memilah dan memilih.

Perilaku masyarakat yang membuang sampah sembarangan ini membuat kondisi Sungai Cicukang di Kampung Jadun, Kelurahan Mekar Rahayu, Kecamatan Margaasih yang merupakan Anak Sungai Citarum mengalir menuju Oxbow Cicukang, semakin dipenuhi sampah. Bahkan kondisi sekarang lebih memperihatinkan, dimana masyarakat sekitar menganggap Oxbow Cicukang sebagai sungai mati sehingga oleh masyarakat menjadi tempat pembuangan sampah, Jumat (16/11/2018).

Sejak Program Citarum Harum diluncurkan, Satuan Tugas (Satgas) Citarum Harum dari TNI sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat bahwa sampah yang berasal dari rumah tangga dapat dipilah dan dipilih terlebih dahulu dan dapat dimanfaatkan nilai ekonoisnya, namun masih saja warga belum peduli dan sadar. Sehingga pada musim hujan, selain banjir juga munculnya beberapa penyakit yang mengancam warga disepanjang aliran Sungai Cicukang maupun warga disekitar Oxbow Cicukang. Bahkan oleh warga yang belum sadar dan tidak bertanggung tersebut memanfaatkan momen hujan tersebut untuk membuat sampah rumah tangganya langsung kesungai. Sebagai bahan acuan tentang melek sampah yakni bahwa Desa Mekar Rahayu terdapat 7.677 KK dengan 30.704 jiwa, bila perjiwa menghasilkan sampah 5 kilogram perhari maka yang dihasilkan sampah rumah tangga adalah 153.520 kilogram, bagaimana bila sebulan ? Hitungan tersebut berasal dari Desa Mekar Rahayu, belum dari desa-desa lainnya yang dilintasi Sungai Cicukang.

Kondisi Memprihatinkan Oxbow Cicukang

Hal ini tentunya tidak dapat dibiarkan begitu saja, perlu penanganan secara serius dan harus ada tindak lanjut dari semua elemen terkait dalam penanganan sampah di Oxbow ini secara tegas. Sehingga diwaktu mendatang, diharapkan tidak terjadi lagi tumpukan sampah parkir dilokasi Oxbow Cicukang. Mengginggat, tempat ini masih bisa menampung air dari aliran anak sungai yang menuju Sungai Citarum.

Kolonel Czi Aby Ismawan selaku Komandan Sektor (Dansektor) 8 Citarum Harum yang langsung membawahi wilayah Oxbow Cicukang melakukan pengecekan ulang kondisi perkembangan musim penghujan dilokasi. Dihadapan awak media Kolonel Aby Ismawan menjelaskan,”Saat ini kondisi Oxbow Cicukang sangat memprihatinkan, dimana lokasi ini Kembali dipenuhi sampah. Kita sedang melaksanakan Program Citarum Harum, yang mana program ini dilaksanakan oleh Pemerintah dalam rangka melaksanakan amanat Perpres No. 15 Tahun 2018. Tentunya dalam Perpres tersebut, diamanatkan bahwa Satgas Citarum Harum melaksanakan kegiatan yang terkait dengan percepatan pengendalian pencemaran dan kerusakan Sungai Citarum diantaranya pencemaran yang berasal dari limbah industri, penanganan sampah serta mengembalikan ekosistem yang ada disepanjang Sungai Citarum”.

Berderet sampah lambat tapi pasti terkumpul dan parkir di Oxbow Cicukang

Kolonel Aby melanjutkan,”Kita dapat melihat hamparan sampah yang ada di Oxbow sangat masiv, beberapa hari lalu setelah diguyur hujan, sampah yang awalnya hanya sisa sisa sampah lama sekarang sudah berdatangan kembali sampah baru yang terbawa arus sungai dan sampah-sampah itu berkumpul di Oxbow Cicukang. Padahal, sebenarnya fungsi Oxbow salah satunya adalah sebagai retensi pada saat musim hujan. Namun sekarang, kondisi Oxbow sudah menjadi lautan sampah yang diperkirakan mencapai lebih dari 150.000 kubik keberadaannya, sehingga bila diangkut oleh truk membutuhkan ratusan truk pula. Hal ini perlu tindakan yang masiv, kita bisa selesaikan. Namun kita dapat menyelesaikan masalah ini apabila didukung dengan alat berat untuk mengambil dan mengangkatnya.

“Kondisi ini akan terus terjadi apabila warga masih membuang sampah tidak pada tempatnya, dan apabila perilaku masyarakat tidak segera dirubah maka akan berdampak sangat parah. Selain menjadi penyebab banjir, hal ini tentunya dapat menimbulkan wabah penyakit dan lain lain yang ditimbulkan oleh lalat maupun efek bau menyengat dari sampat tersebut,”papar Kolonel Aby saat melintasi tumpukan sampah.

“Memang di Oxbow Cicukang sebetulnya akan ada program perbaikan, rencananya akan direklamasi oleh pihak Perusahaan Jasa Tirta (PJT) 2. Namun saat ini pelaksanaanya belum dimulai, mungkin sedang menunggu anggaran tahun 2019 yang akan datang,”ujar Kolonel Aby dilokasi Oxbow Cicukang.

Masih menurut Kolonel Aby, solusi berikutnya Oxbow ini dapat diberdayakan sebagai tempat rekreasi dengan cara dirubah secara total keberadaannya. Yang tadinya sebagai tempat pembuangan sampah, bisa menjadi tempat wisata. Diharapan, nantinya masyarakat akhirnya tidak membuang sampah lagi disini, karena kondisinya sudah bersih dan ada yang menjaga.

“Setelah kita lihat bersama sama, Sungai Cicukang yang merupakan Anak Sungai Citarum bermuara di Oxbow Cicukang, pada saat hujan membawa sampah dari hulu hingga hilirnya disini. Dimana aliran sungai ini melintasi beberapa perkampungan dan perumahan yang padat penduduknya serta terdapat juga pasar, maupun industri rumah tangga yang menghasilkan sampah. Sebenarnya, lebih kurang 6 bulan terakhir, kondisi Oxbow Cicukang sudah relatif cukup bersih. Meskipun ditangani dengan membakar sampahnya, namun setelah datangnya musim hujan, kondisinya kembali berubah, sampai mengalir deras bersama air hujan dan terjadi tumpukan sampah parkir. Oxbow kembali menjadi Lautan Sampah,”kata Kolonel Aby.

Adapun salah satu cara untuk melaksanakan pengurangan sampah yang ditimbulkan dari rumah tangga terdapat 2 Incenerator di Desa Mekar Rahayu atas bantuan dari Menristekdikti. Upaya mendatangkan dan mengoperasikan ke-2 Incenerator tersebut agar perilaku masyarakat dapat berubah dalam mengatasi sampah rumah tangganya dengan memilah dan memilih terlebih dahulu. Karena sampah rumah tangga dapat juga bernilai ekonomis bahkan dapat menghasilkan uang.

“Saya berharap warga yang berada disekitar anak sungai ataupun sungai Citrum, dapat merubah pola pikirnya dan merubah kebiasaan membuang sampah ke sungai. Tentunya, kita selaku warga harus bisa turut serta dalam mensukseskan Program Citarum Harum. Karena sudah menjadi harapan masyarakat, program yang di canangkan Presiden RI ini akan dapat bermanfaat bagi kita semua serta sungai Citarum kembali seperti semula sehingga dapat menjadi sumber kehidupan bagi banyak orang,”pungkas Kolonel Aby.***

Leave a Reply