Bersama Tenant, 23 Paskal Gelar Pelatihan Simulasi Kebakaran

Bandung Side, Pasir Kaliki -Sebagai salah satu mall terbesar di Kota Bandung, 23 Paskal percaya bahwa keselamatan customer dan orang-orang yang ada didalamnya merupakan salah satu hal yang harus diperhatikan oleh pihak manajemen mall.

Sehingga dibutuhkan cara terbaik untuk meminimalkan risiko kemungkinan yang terjadi didalam mall, misalkan bencana kebakaran yakni dengan memahami langkah-langkah penanggulangannya dengan baik. oleh karena itu, Kamis (15/11/2018) untuk kedua kalinya 23 Paskal bekerjasama dengan Pemadam Kebakaran Kota Bandung menyelenggarakan pelatihan simulasi dan evakuasi kebakaran untuk menunjukkan kesigapan dan emergency response team (ERT) yang sudah dibentuk oleh manajemen 23 Paskal.

Kegiatan pelatihan simulasi dan evakuasi kebakaran ini diikuti oleh team ERT 23 Paskal,Yello Hotel, Binus University dan tenan lainnya sehingga yang terlibat kurang lebih 750 orang. Mengingat bahwa 23 Paskal mempunyai 183 tenant dan 273 both, maka seluruh karyawan dipagi hari itu sangatlah antusias mengikuti simulasi tersebut.

Berdasarkan Keputusan Menteri Tenaga Kerja RI No : KEP-186/MEN/1999 tentang Unit Penanggulangan Kebakaran di Tempat Kerja, Pengurus atau Pengusaha wajib mencegah, mengurangi, dan memadamkan kebakaran, latihan penanggulangan kebakaran di tempat kerja. Sehingga bila menginterprestasikan amanah dari Kepmen Tenaga Kerja tersebut dalam kewajiban mencegah, mengurangi dan memadamkan kebakaran ini adalah menyelenggarakan pelatihan dan gladi penanggulangan kebakaran secara berkala.

Tujuan dari pelatihan simulasi yang digelar oleh 23 Paskal dirancang untuk memberikan pengetahuan dan keahlian tentang teknik-teknik pencegahan dan penanggulangan kebakaran di tempat atau di lingkungan kerja (di dalam perusahaan). Diharapkan usai melaksanakan pelatihan simulasi dapat mengaplikasikan teknik penanggulangan dan pemadaman kebakaran berdasarkan media pemadaman yang ada termasuk cara penggunaan selang hydrant.

Penggunaan hydrant untuk memadamkan kebakaran membutuhkan keahlian khusus dari petugas pemadam kebakaran. Secara garis besar, metode penggunaan hydrant yang sudah ada di 23 Paskal memanfaatkan tenaga air untuk memadamkan api yang menyala.

Selain itu penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) relatif lebih mudah dan lebih aman juga harus dikuasai. Dari jarak 3-5 meter sambil memperhatikan arah angin, pemadam menyemprotkan APAR ke material yang terbakar. Unsur kimia dari APAR akan menghentikan reaksi pembakaran yang sedang berlangsung pada material tersebut.

Dari hasil simulasi yang dilatihkan, manajemen berharap agar semua pihak yang ada dikawasan Paskal Hyper Square, khususnya tenant dan karyawan 23 Paskal dapat memahami cara menanggulangi bencana kebakaran. Seperti reaksi cepat mempelajari arah jalannya api dan mengetahui jalur evakuasi, agar dapat membantu keselamatan customer dalam keadaan paling urgent sekalipun. Selain itu, upaya simulasi dan evakuasi kebakaran memberi pemahaman bahwa pentingnya membangun kerjasama dan hubungan yang lebih baik dengan pihak kawasan Paskal Hyper Square, Pemadam Kebakaran, Polsek Andir dan PMI Bandung.

GM Center 23 Paskal Shooping Center, M. Satriawan Natsir mengutarakan harapan yang besar terhadap kegiatan simulasi ini sambil mengungkapkan alasannya,”Pelatihan Simulasi dan Evakuasi Kebakaran ini mungkin terlihat sepele dari luar, tapi kami sadar bahwa bencana datang tak kenal waktu sehingga kami harus siap kapan saja hal tersebut terjadi. Kami benar-benar mengutamakan keselamatan customer, maka dari itu kami menginisiasi kegiatan ini agar customer dapat lebih merasa aman dan nyaman saat berada di 23 Paskal”.

Masih menurut Iyan (panggilan akrab M. Satriawan Natsir, GM 23 Paskal) bahwa kesadaran akan pentingnya pencegahan kebakaran dan penanggulangan dini terhadap bahaya kebakaran, pada umumnya masih dirasakan sangat kurang, khususnya pengetahuan tentang pencegahan kebakaran. Sehingga masih seringkali terjadi kejadian kebakaran yang selalu mengakibatkan banyak kerugian materiel bahkan nyawa. Untuk mencegah kejadian kebakaran dan mengurangi dampak yang ditimbulkannya, diperlukan tingkat pengetahuan tentang pencegahan, penanggulangan kebakaran yang memadai seperti yang tampak dalam simulasi.

Koordinator Health, Safety and Environment (HSE) atau disebut Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) 23 Paskal, Valens Ngali Prasetya mengatakan,”Dalam skenario simulasi dan evakuasi kebakaran yang terjadi di 23 Paskal adalah kebocoran gas dan terjadinya kebakaran disalah satu restauran dilantai 3. Amergency Response Team (ART) atau Tim Respon Insiden atau Tim Tanggap Darurat yang dibentuk oleh manajemen 23 Paskal berusaha memadamkan api dari lokasi lantai 3 tersebut dengan menggunakan APAR, sedangkan anggota team lainnya mengevakuasi karyawan dan pengunjung 23 Paskal melalui 12 titik tangga darurat.

Tidak disangka lanjut Valens, ternyata ada 6 korban diantaranya ada yang menjadi korban luka bakar, pingsan dan mengalami sesak nafas. Dengan peralatan tandu, P3K, tabung saku oksigen dan obat-obatan team ART yang diketuai oleh GM 23 Paskal berusaha menyalamatkan korban terlebih dahulu dengan mengevakuasi pada pintu tangga darurat hingga keluar dari mall ditempat yang sudah ditentukan sebagai titik aman korban.

Saat terjadi bencana kebakaran secara otomatis listrik di 23 Paskal akan padam semua, sehingga upaya evakuasi melalui tangga darurat yang tersedia tiap lantainya juga didesain anti asap, yakni dengan adanya blower yang terpasang berfungsi untuk menarik asap keluar dari ruang tangga darurat. Dibutuhkan waktu sekitar 20 menit evakuasi hingga semua bisa terselamatkan diluar mall.

Akan tetapi ada salah satu tenan pada booth nya menggunakan pintu penutup elektronik (rooling door electric) yang berdaya listrik. Sehingga saat terjadi lampu padam, secara otomatis pintu tersebut tertutup dan tidak bisa terbuka karena tidak adanya tenaga listrik yang mengakibatkan karyawan dari tenan tersebut terperangkap didalamnya.

“Hal tersebut menjadi evaluasi bagi manajemen 23 Paskal dengan kejadian tersebut, sehingga akan adanya kebijakan tertentu bagi tenant untuk dapatnya dirubah pintu elektriknya. Diutamakan keselamatan bagi semuanya jika terjadi kejadian kebakaran sesungguhnya,”pungkas Valens.***

Leave a Reply